Apakah MSG itu berbahaya

Apakah MSG itu berbahaya | Vitsin berbahaya 

MSG atau penyedap rasa dan banyak juga dikenal dengan vetsin/micin bisa membuat rasa sayuran atau lauk pauk jadi lebih sedap.Sebagian orang banyak yang merasa kurang afddol jika masakan tanpa dibumbui MSG. Namun akhir akhir ini, MSG banyak dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya kesehatan bagi penggunanya.Dan sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan apakah MSG itu aman atau tidak.

Apa sih MSG itu?
Apakah MSG itu berbahayaMSG berupa seperti bubuk berwarna putih yang cepat larut dalam air liur. Setelah larut, MSG ini akan terurai di dalam tubuh menjadi natrium dan glutamat. Glutamate adalah asam amino nonesensial yang bisa ditemukan di hampir semua protein, dan menurut Food and Drug Amerika Serikat, MSG ini dikatakan sebagai bahan makanan yang aman.

Salah satu  Kontroversi MSG in datang dari dari seorang penulis buku Excitotoxin - The Taste That Kills, Russle Blaylock, bahwa MSG ini bisa  mematikan sel-sel otak, memperburuk gangguan syaraf, penyebabkan penyakit parkinson, autisme, ADD, serta meningkatkan pertumbuhan sel kanker. Ulasan yang menghebohkan ini kemudian sampai di telinga masyarakat ,tak ayal lagi sebagian besar masyarakat akhirnya takut memakai MSG dalam setiap menu masakannya.

Benarkah MSG itu benar berbahaya?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita perkenalkan konsep umami. Mungkin Anda pernah mendengar kata 'umami' akhir-akhir ini. Namun apakah umami itu?

Umami adalah satu istilah dari dari bahasa Jepang, yang artinya rasa gurih. Istilah ini ditemukan oleh profesor Kikunae Ikeda. Munculnya konsep ini disebabkan karena, setiap manusia memiliki reseptor pada lidahnya atas berbagai rasa, seperti rasa manis, pahit, asin, asam, dan yang terbaru adalah rasa gurih. Masing-masing reseptor akan beraksi setiap kita memasukkan makanan ke dalam mulut.

Konsep umami sendiri sudah dikenal sejak tahun 1908, namun baru diperkenalkan pertama kali di dunia melalui sebuah simposium di Hawaii sekitar 1985 silam. Para peneliti kemudian menjelaskan rasa umami ini sebagai perpaduan dari glutamat dan nucleotides.Pada awalnya, Profesor Ikeda menemukan bahwa rasa gurih itu melalui kaldu dari rumput laut kombu. Kemudian, dalam penelitiannya ia menemukan bahwa jamur shiitake juga mengandung rasa gurih yang dapat ditambahkan pada makanan.
Di negara China sendiri, konsep umami ini dikembangkan dengan cara yang berbeda. Di sana, rasa gurih pada makanan ditemukan saat kol dicampurkan dalam menu sup ayam. Sedangkan, orang Italia, menemukan rasa gurih makanan pada saat menambahkan keju Parmesan, saus tomat atau jamur pada makanannya. Dan di sinilah awal mula MSG itu berkembang lewat bahan-bahan makanan alami lainnya.

MSG atau Monosodium glutamate
Banyak disebut juga sodium glutamate  yaitu bahan perasa yang dikembangkan dari asam glutamat. Terbentuk secara alami dari asam amino non esensial, dan rasanya mirip dengan rasa gurih (umami). MSG ini kemudian dikembangkan dari berbagai sumber bahan makanan dan ada diolah kembali dalam bentuk bubuk sebagai penambah rasa. Ada yang terbuat dari tetes tebu, ada yang dari sari daging pilihan, dan lain banyak lagi.

Amankah MSG dikonsumsi?
FDA dan badan POM sendiri mengatakan bahwa pengonsumsian MSG ini aman. Dalam proses pembuatannya sudah melewati tes-tes kimiawi yang aman untuk tubuh.

Apakah anda masih merasa ragu dengan pemakaian MSG buatan ini?
Jika anda Ragu, Anda bisa membatasi untuk penggunaan MSG buatan ini dalam setiap makanan. Anda bisa memanfaatkan konsep umami dan mengambil dari bahan makanan di sekitar Anda, seperti dari udang, tomat, jamur, daging ayam, daging sapi seperti yang pernah dilakukan nenek moyang terdahulu.
Menurut Anda?...
Bagaimanakah pendapat Anda?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »